Desa Cikadu dan Padaluyu Bersama – sama Update Prodeskel

Perangkat Desa Cikadu dan Padaluyu sedang input data prodeskel

Perangkat Desa Cikadu dan Desa Padaluyu tengah melakukan update data kependudukan didalam Sistem Informasi Desa dan Kelurahan, atau lebih dikenal dengan sebutan Prodeskel (Profil Desa dan Kelurahan) sesuai intruksikan Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, dikantor Desa Cikadu, Rabu (19/04/2017).

Pengisian dilakukan di Kantor Desa Cikadu mengingat ada fasilitas akses internet yang bisa dipergunakan secara bersama-sama, tanpa dibebani kuota yang selama ini membebani Pemerintahan Desa. Adapun akses internet free ini berkat hibah Kementerian Kominfo Republik Indonesia melalui Program Desa Broadband Terpadu (DBT) yang diberikan ke Desa Cikadu Kecamatan Cikadu Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Adapun akses internet di kawasan Desa Cikadu masih susah dan sebagian wilayah masih blankspot, mengingat daerah yang jauh dari pusat kecamatan dan terpencil. Namun upaya pengisian data desa diusahakan semaksimal mungkin, mengingat sistem ini prasyarat dalam pencairan Dana Desa tahap awal tahun 2017.

Seperti yang telah diberitakan media lokal Cianjur Ekspres baru – baru ini , prodeskel menjadi syarat pencairan dana desa di Cianjur. Berikut kutipan berita selengkapnya :

Pencairan Dana Desa untuk Kabupaten Cianjur diperkirakan baru berjalan pada awal Mei
2017. Hal itu dikarenakan masih banyak pemerintah desa (pemdes) yang belum memberikan laporan
pengelolaan tahun lalu dan melaporkan Profil Desa dan Kelurahan (Prodeskel) PMD ke Ditjen
Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementrian Dalam Negeri.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cianjur, Tedi Artiawan,
mengatakan, pencairan dana desa dari pusat seharusnya sudah bisa dilakukan pada pekan lalu, namun
dikarenakan masih adanya laporan dan dokumen yang belum lengkap, membuat pencairan untuk Cianjur
tertunda.

“Akhir April dituntaskan, kemungkinan awal Mei sudah bisa dicairkan,” kata dia saat ditemui di halaman
Masjid Agung, kemarin (17/4).
Menurutnya, baru ada lima kecamatan yang lengkap menyerahkan Prodeskel, sementara 27 kecamatan
lainnya masih menunggu beberapa desa yang belum melaporkan, agar bisa segera diajukan
pencairannya.

Tidak hanya prodeskel, pelaporan pengelolaan dana desa di tahun lalu pun baru dua per tiga dari total
desa di Cianjur, sehingga turut menghambat pencairan dana desa di tahun ini.
“Untuk Prodeskel baru lima kecamatan, tapi bukan berarti kecamatan lain nol, hanya beberapa yang
belum melaporkan sehingga kecamatannya juga belum ikut melaporkan. Kalau laporan pengelolaan DD
tahun anggaran 2017, sudah dua per tiganya,” kata dia.
Menurut Tedi, pihaknya akan mendorong pemdes melalui kecamatan segera menyelesaikan pelaporan
dan prodeskel. “Segera akan dituntaskan supaya cepat dicairkan dan digunakan untuk pembangunan di
tingkat desa,” katanya.

Kepala Desa Cibadak Kecamatan Cibeber, Elan Hermawan, mengatakan, pihaknya sudah menyelesaikan
Prodeskel dan laporan pengelolaan dana desa tahun lalu, tetapi masih adanya desa yang belum
menetapkan prodeskel membuat pencairan ke desanya juga tertunda.
“Memang ada dampak, jadi keterlambatan pembangunan di desa juga ada. Mau membangun bagaimana
kalau tidak ada anggarannya. Inginnya segera bisa pencairan,” kata dia.
Elan mengungkapkan, sebelum pencairan, banyak pihak ketiga yang mengajukan diri untuk mengelola
pembangunan, namun ditolak lantaran ingin dilakukan secara swakelola.

Sementara itu, Kepala Desa Kademangan, Utte Misbahudin mengaku, belum selesai melakukan pelaporan
melalui Prodeskel. Susahnya mendapatkan status kependudukan menjadi hambatan pihaknya
menyelesaikan laporan.

“Masih proses, terbatas di laporan status kependukan dan perkwawinan. Contohnya menghitung berapa
jumlah janda dan duda di wilayah kami,” ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Ahmad Erani Yustika,
menuturkan, anggaran dana desa (DD) untuk tahun ini sudah mulai disalurkan ke setiap daerah.
“Mulai 14 April 2017, DD sudah mulai dicairkan. Tapi untuk daerah yang laporan tahun lalu sudah selesai.
Kalau Cianjur sendiri saya harapkan sudah selesai, supaya bisa dimanfaatkan,” ujar dia saat ditemui di
Cipanas, beberapa hari lalu.

Menurutnya, nilai anggaran DD di tahun ini, angkanya mencapai Rp 800 juta per desa. Sementara di
tahun depan, rencananya DD sudah seutuhnya diberikan, yakni sebesar Rp 1,2 miliar. “Tahun ini ada
peningkatan, rata- rata per desa mendapatkan Rp 800 juta untuk pembangunan dan pemberdayaan
masyarakat di desa,” katanya.(bay/tts)

INFOGRAFIS
– Prodeskel adalah sistem informasi berbasis online yang dikelola langsung oleh Ditjen Bina
Pemerintahan Desa Kementrian Dalam Negeri
– Pedoman penyusunan pendayagunaan data berdasarkan
– Permendagri Nomor 12 Tahun
– Undang-undang Nomor Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
– Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Ditjen PMD
– Prodeskel sebagai media komunikasi antara pusat dan daerah
– Alat pemantau potensi dan tingkat perkembangan

sumber : http://cianjurekspres.com/2017/prodeskel-hambat-pencairan-dana-desa-di-cianjur/

About Pemdes Cikadu 46 Articles

Sistem Informasi Desa Cikadu dikelola oleh Redaksi (SID) Desa Cikadu Kecamatan Cikadu Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat – Indonesia 43276

3 Comments

Tinggalkan Balasan