Pandu Desa Broadband Terpadu dari 4 Provinsi Ikuti Bimtek di Bandung

Bapak H. Uun sedang diskusi dengan Penyuluh / Pandu Desa Broadband Terpadu

Bandung – cikadu.desa.id, – Bimbingan teknis Desa Broadband Terpadu ( DBT ) Bandung yang diikuti oleh perwakilan dari 18 desa dari Jawa Barat dan Banten di tambah dua orang dari Padang Pariaman dan Bangka Belitung. Dari kabupaten Cianjur sendiri hanya diikuti 2 ( dua ) desa yang dipanggil mengikuti Bimbingan teknis Penyuluhan  DBT (Desa Broadband Terpadu) yaitu dari Desa Cikadu Kecamatan Cikadu dan dari Desa Puncakbaru Kecamatan Cidaun.

Kegiatan bimtek penyuluh DBT ini diselegarakan oleh Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika ( BP3TI ) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan ( PSP3 ) Institut Pertanian Bogor ( IPB ) dan Badan Prakarsa Pemberdayaan Desa dan Kawasan ( BP2DK ). Bimtek penyuluh/pandu DBT ini dilaksanakan di Hotel Grand Tjokro  Jl Raya Cihampelas No 211-217 Bandung dimulai tanggal  2 – 6 November 2017.

Bapak H. Uun sedang diskusi dengan Penyuluh / Pandu Desa Broadband Terpadu

Selama lima hari  para calon penyuluh dari setiap desa antusias menerima arahan dari beberapa narasumber, diskusi dan pertanyaan sering terlontar dari para peserta bimtek kepada tim ahli/programer dan narasumber. Bimtek ini lebih banyak praktek di ruangan dan dilapangan. Penyuluh diproritaskan bisa mengoperasikan Sistem Informasi Desa dan Kawasan ( SIDeKa ) Desktop – “Platform Tata Kelola Desa“, untuk praktek lapanganya yaitu bagaimana menggunakan Global Positioning System ( GPS ). Setelah penyuluh dilatih untuk membuat peta dari hasil pratek lapangan tersebut, selain aplikasi sideka dan pemetaan penyuluh juga dibimbing tata kelola desa dengan Profil Desa dan Kelurahan ( PRODESKEL ) dan Sistem Keuangan Desa ( SISKEUDES ).

Kegiatan bimtek ini dikuti satu penyuluh dari setiap desa yang diundang pelatihan Bimbingan Teknis Penyuluh Desa Broadbad Terpadu. Bimtek tersebut memberikan dampak positif dan manambah ilmu baru yang sangat bermnfaat untuk dijadikan modal untu menjadi desa broadband, demi terciptanya transparansi desa, informasi desa yang bisa diketahui oleh semua kalangan. Selama penggemblengan tersebut penyuluh ditugaskan untuk mentranfer ilmunya di desanya masing-masing kepada staf desa terutama operator desanya. Dengan adanya kegiatan bimtek  ini semoga cikadu menjadi desa yang maju dan menjadi desa percontohan bagi desa-desa yang lainnya.

Dikutif dari laman Badan Prakarsa Pemberdayaan Desa dan Kawasan ( BP2DK ), tentang “SISTEM TATA KELOLA PEMBANGUNAN DESA & KAWASAN“. Program ini merupakan kerjasama antara Kantor Staf Presiden Republik Indonesia dengan Badan Prakarsa Pemberdayaan Desa & Kawasan (BP2DK). Dalam program ini, BP2DK merupakan pelaksana untuk mengembangkan 222 model desa dan kawasan di 111 kabupaten di 33 provinsi di seluruh Indonesia. Sedianya, program ini merupakan embrio bagi Pembangunan Nasional Terpadu Berbasiskan Desa & Kawasan di Indonesia pada masa yang akan datang.

Program Sistem Tata Kelola Pembangunan Desa & Kawasan sendiri mendorong desa sebagai “Subjek” pembangunan, baik di wilayahnya, daerah, maupun nasional. Program ini menitikberatkan kepada sinergi produktif dan positif antara pemerintah desa serta pemerintah kabupaten dan pemerintah nasional dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.

Dalam pelaksanaannya, ada lima capaian yang menjadi fokus utama program ini, yaitu:

  1. Desa mampu merencanakan pembangunan desa dan kawasan berdasarkan kesadaran tentang ruang wilayah dan potensi desa melalui peta dan basis data terkait desa.
  2. Desa mampu melayani dan membangun masyarakat desa yang berpedoman kepada pembangunan berkelanjutan.
  3. Desa mampu melakukan pembangunan dan pemerataan ekonomi desa dan kawasan melalui pembentukan dan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Badan Usaha Milik Antar Desa (BUMADes) yang profesional.
  4. Terbangunnya sinergi positif dan produktif antara desa, kawasan perdesaan, kabupaten, provinsi dan nasional berbasis pembangunan desa dan kawasan.
  5. Pembangunan Sistem Informasi Desa & Kawasan sebagai alat untuk mewujudkan Pembangunan Nasional Terpadu berbasiskan desa dan kawasan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.

Setelah kelima capaian ini terbentuk, desa-desa model ini akan menjadi Pionir Desa Membangun di wilayahnya. Pionir ini diharapkan mampu menjadi “akademi” bagi desa-desa lainnya untuk membangun sistem tata kelola desa dan kawasan di wilayahnya masing-masing. Lebih lanjut, Pionir ini bisa mengajak desa-desa yang bervisi dan berpotensi sama untuk mengembangkan kawasan perekonomian berbasis desa.

Program Sistem Tata Kelola Pembangunan Desa & kawasan menargetkan angka-angka tersebut berkembang pada tahun-tahun selanjutnya. Pada tahun 2018, diharapkan terbentuk minimal satu kawasan dalam satu provinsi. Sedangkan capaian pada 2019, diharapkan sebuah desa model tersebut di setiap kabupaten di seluruh Indonesia.

BP2DK sendiri berperan untuk memastikan seluruh proses berjalan dengan optimal, baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten, maupun desa. Dalam hal ini, BP2DK berperan sebagai “Jembatan” yang mendorong sinergi dan kerjasama antara desa dan pemerintahan supra-desa.

About Pemdes Cikadu 46 Articles

Sistem Informasi Desa Cikadu dikelola oleh Redaksi (SID) Desa Cikadu Kecamatan Cikadu Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat – Indonesia 43276

2 Comments

Tinggalkan Balasan