Perjuangan Meli Nuryani, Putri Petani Cianjur Jadi Bintang Dangdut

Meli Nuryani

Hidup dengan penuh kesederhanaan dengan orang tua yang hanya berprofesi petani tidak membuat Meli Nuryani patah semangat mengejar impiannya menjadi bintang.

Gadis berusia 15 tahun asal Desa Sukamulya Kecamatan Cikadu Kabupaten Cianjur pun mengalami banyak rintangan dan lika-liku dalam perjalanannya mencapai kesuksesan.

Anak bungsu dari pasangan Ade (54) dan Wasidah (45) sebenarnya sudah menunjukkan bakat menyanyi sejak kelas 3 SD. Bakat tersebut didapat dari orang tuanya yang merupakan pelaku seni tradisional. Bahkan kakak-kakaknya pun dikenal sebagai pelantun ayat suci al-Quran dan marawis.

Meli mulai menjadikan bakatnya sebagai profesi saat menginjak SMP. Penghasilan Ade yang tak menentu dari hasil bertani, membuat Meli terpaksa mencari uang sendiri dengan pentas dari satu panggung ke panggung lain bersama kakak dan pamannya agar bisa mengenyangkan pendidikan yang lebih tinggi.

Tak jarang, uang hasil manggungnya itu disisihkan untuk diberikan pada keluarganya. Meski tak besar, tetapi uang itu cukup untuk menyambung hidup ayah dan ibunya.

“Kalau kakak-kakaknya sekolah sampai SD. Tapi Meli ini bersikeras ingin sekolah setinggi-tingginya. Makanya dari bakat dia yang sudah muncul sejak usia SD ini dijadikan modal untuk menyanyi di acara hajatan. Dari situ dia dapat uang untuk biaya sekolah dan lainnya. Kadang juga ngasih ke ibunya,” ungkap Ade.

Keluarga Meli Nuryani – foto: detik

Di awal 2020, Meli pun memantapkan diri menyalurkan bakat dan mengejar impiannya menjadi bintang dengan mengikuti kontes dangdut di salah satu statiun televisi nasional.

Untuk mengikuti kontes tersebut, ibu dan bapak dari Meli, ternyata sampai hari meminjam uang dengan menjaminkan dua pohon miliknya untuk ongkos Meli ke Jakarta mengikuti seleksi.

“Dia bilang minimal harus pegang Rp 1 juta, kalau tidak Meli tidak bisa berangkat,” ungkap Wasidah, Ibunda Meli.

Dengan susah payah, Wasidah pun mencari pinjaman ke tetangga dan saudaranya. Tetapi kebanyakan menolak untuk meminjamkan lantaran sedang tidak punya uang dan ragu untuk meminjamkan.

Beruntung masih ada orang yang mau meminjamkan. Bahkan ibunda Meli sampai menjaminkan dua pohon yang dia tanam di pelataran rumahnya untuk meyakinkan orang tersebut.

“Dari subuh sampai sore datengin tetangga satu-satu, mau pinjam uang. Tapi kebanyakan tidak ngasih. Makanya ibu coba yakinkan dengan menjaminkan dua pohon di belakang rumah yang bisa diambil kayunya, supaya bisa dapat pinjaman,” ucapnya.

“Akhirnya ada yang meminjamkan. Ibu langsung kirim uangnya untuk ongkos dan bekal Meli,” tutur Ibunda Meli seraya meneteskan air mata mengingat perjuangannya itu.

Pada akhirnya Meli sukses meraih juara. Ia Menjuarai LIDA 2020 setelah unggul perolehan SMS pemirsa atas dua pesaingnya membuat mojang geulis asal kampung di atas awan ini menjadi bintang dangdut baru.

Perjuangan sang ibu dan keluarganya, tak disia-siakan. Sehingga anak petani dari kampung di atas awan tersebut menjadi bintang baru.

“Alhamdulillah ibu mah, Meli bisa jadi juara. Senang ibu mah. Walau sudah 8 bulan tidak bertemu dan hanya lihat dari TV juga,” ucapnya lirih. Ismet Selamet – detikNews

About Pemdes Cikadu 139 Articles
Sistem Informasi Desa Cikadu dikelola oleh Redaksi (SID) Desa Cikadu Kecamatan Cikadu Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat - Indonesia 43276

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan