Melihat Goa Pongpok Angin, Habitat Kelelawar Dan Keanehannya

Tim Jelajah Desa Cikadu : Pencarian Mutiara Terpendam

Sabtu siang, 25 Maret 2017 – Tim Jelajah Cikadu atau nama lain dari tim penacari potensi alam di Desa Cikadu, Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur Jawa Barat, melakukan penelusuran ke Goa Pompok Angin, yang berlokasi diarea pesawahan Legon, Campaka, Desa Cikadu. Tim berjumlah 6 (enam) orang, terdiri dari Asep Taryana (Kaur Perencanaan), Ade (Kasi Pemerintahan), Mirat Solihin (Kaur Umum), Reza (Operator & Photograper), Cecep (Staf) dan Nuron (Photo & Videograper), serta ada 2 (dua) orang tambahan, Suti dan Dadang sebagai penunjuk arah sekaligus ahli dibidang penelusuran goa ini.

Butuh waktu lama untuk masuk kedalam, sekitar 20 menit baru bisa sampai dengan lubang dari luar menuju ke dalam yang sempit menyulitkan kami masuk, dengan jalan merangkak harus kami lakukan, semakin kedalam bisa merunduk lalu berjalan normal. Kondisi gelap gulita menyelimuti setiap lorong yang kami lewati, bersyukur kami sudah mempersiapkan lampu penerangan, sesekali penunjuk arah sibuk menangkap ikan lele, karena alur jalan yang dilewati teraliri air. Dari atas atap jalan pun turun percikan air, karena posisi sebanarnya ini dibawah area sawah Legon.

Didalam goa terdapat beberapa ruangan dengan jalur yang berbeda, hingga ada yang keluar jalur yang berbeda, menurut kabar dari ceri kang Ade. Kami pun tidak lupa mengabadikan momen disetiap ruangan goa oleh juru kamera Reza.

Akhirnya sampai di ruangan yang sangat besar yang dihuni oleh kelelawar yang berbeda jenis dari biasanya, dengan bau yang khas ruangan itu, ditambah kotorannya serta lebih banyak dari tempat sebelumnya, cukup luas dan lorong masih panjang jika ditelusuri, katanya sampai ke jalur keluar lain tapi sempit daripada pintu awal masuk. Juru kamera pun beraksi, jepret.. jepret mengambil dokumentasi, sebanyak 7 (tujuh) kali pengambilan gambar yang terbuktikan dikamera.

Tim Pingsan dan Hilang

Tiba – tiba didalam goa kami dikejutkan dengan insiden tak sadarkan diri saudara Reza, sontak kami dibikin panik, sebagian yang melihat – lihat lorong lainnya dipanggil untuk berkumpul. Butuh waktu beberapa menit untuk menyadarkannya, setelah diberi minum serta penanganan kami segera keluar dari goa. Dibantu pak Mirat dan A. Taryana yang bergantian menggendong Reza dengan kondisi merangkak. Sebelum sampai keluar tiba – tiba kami kehilangan sang penunjuk arah, karena dia berada diposisi paling belakang, percis dibelakang penulis (red: nuron). Kami teriak – teriak memangggilnya, kurang dari semenit kehilangan kontak dengan dia. Segera memberinya pencahayaan kearah jalan keluar, akhirnya muncul juga dia dengan sedikit dahi luka berdarah, rupanya dia salah ambil jalur dan lampu LED yang ia bawa tiba – tiba mati. Menurut ceritanya ada suara geraman aneh didalam selama terpisah dari kami.

Sesampainya diluar Reza bisa sehat sedia kala dan kami segera bergegas dari tempat tersebut, menuju sungai yang tidak jauh dari sana untuk membersihkan kotoran yang menempel dipakaian dan badan, hingga kami pulang ke awal keberangkatan semula. Dan Goa Pompok Angin semoga tetap lestari tanpa terganggu oleh siapapun untuk menjaga habitat kelelawar tersebut. [nr]

About Pemdes Cikadu 43 Articles

Sistem Informasi Desa Cikadu dikelola oleh Redaksi (SID) Desa Cikadu Kecamatan Cikadu Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat – Indonesia 43276

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan